Super User

Super User

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation

Karena dalam situasi PPKM, Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, diikuti Wakil Bupati Gianyar, Wakil Ketua DPRD Gianyar dan Ketua Fraksi di DPRD Gianyar, sedangkan anggota DPRD lainya, Forkominda dan Kepala OPD mengikuti secara virtual.

Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, Penyampaian Kebijakan Umum Anggara (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022 ini dilaksanakan, untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan khususnya Peratuaran Penerintah Nomor 12 Tahun 2019, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dikatakannya, dalam penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2020, perlu menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dan nasional. "Hal itu akan tercermin dari adanya harmonisasi capaian kinerja, sasaran program dan kegiatan yang dijabarkan kedalam fungsi pengelolaan keuangan daerah. Anatara perencanaan dan penganggaran perlu diintegrasikan, sehingga sumber daya yang tersedia dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien," ujarnya. Diungkapkanya, dalam KUA dan PPAS tahun Anggaran 2022, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp1,955 triliun. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.779,059 Miliar atau sekitar 39,84 %. Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp. 2,121 triliun atau 57,33% dan lain lain Pendapatan Daerah yang Sah direncanakan sebesar Rp.55,316 Miliar atau sebesar 2,83 %. "Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi, serta masih adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada penerimaan PAD yang mengandalkan pemasukan dari industri pariwisata," ungkapnya. Untuk PAD tahun 2022, kata Agung Mayun, masih didominasi rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yabg dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

"Untuk pendapatan transfer dalam KUA dan PPAS, bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer anyar daerah," jelasnya. Selanjutnya, Belanja Daerah dalam KUA dan PPAS tahun Anggaran 2022, direncanakan sebesar Rp. 2,014 Triliun, terdiri dari Belanja Operasi Rp. 1,559 Triliun atau 77,41 %. Belanja Modal sebesar Rp. 226,993 Miliar atau 11,27%. Belanja tidak terduga Rp. 1 Miliar atau 0,05% dan Belanja Transfer sebesar Rp. 227,086 atau 11,27%. Sedangkan defisit anggaran dalam KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 58,931 miliar. Hal ini terjadi karena rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan. "Defisit anggaran tahun 2022 akan dapat ditutupi, terutama bersumber dari penerimaan pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2021 yang saat ini sedang berjalan," jelasnya.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar. Demi mematangkan persiapan menyongsong Pemilu dan Pemilihan serentak Tahun 2024, Komisi I DPRD Kabupaten Gianyar melaksanakan Monitoring dan Evaluasi pada Bawaslu Kabupaten Gianyar. Tim monev yang dikomandoi Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Gianyar, I Nyoman Kandel didampingi oleh Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Gianyar Desak Putu Tirta serta Tim Ahli dan juga Kasubag Hukum DPRD Kabupaten Gianyar diterima langsung oleh Ketua, I Wayan Hartawan ,Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Made Suaniari Siartikawati serta I Wayan Gede Sutirta dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Gianyar I Wayan Budi Mahendra bertempat diruang Rapat Bawaslu Kabupaten Gianyar, Senin (23/05).

Hartawan dalam sambutannya menyampaikan proses yang telah dilakukan Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam rangka penguatan kelembagaan untuk menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024. “ Dalam proses penguatan kelembagaan untuk menyongsong tahapan Pemilu dan Pemilihan, Bawaslu Kabupaten Gianyar telah melakukan bimbingan teknis berkaitan dengan Tupoksi kelembagaan serta membangun kerjasama dengan stake holder di Kabupaten Gianyar,” ujar Hartawan.

Selanjutnya Kandel dalam kesempatannya menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangannya tidak lain untuk menyerap aspirasi sejak dini, sehingga tidak terjadi kendala didalam menjalankan Tupoksi kelembagaan nantinya. “Tujuan dari kedatangan kami (Komisi I DPRD Kabupaten Gianyar ) adalah menyerap aspirasi dari Bawaslu Kabupaten Gianyar dan untuk dapat melakukan pemetaan potensi permasalahan di Kabupaten Gianyar, serta kami meminta masukan terkait hal yang sekiranya dapat difasilitasi dari pemerintah Kabupaten Gianyar, dalam otoritas sebagai Anggota DPRD kami akan membantu agar tidak terjadi kendala dalam menjalankan tupoksi nantinya,” tutur Kandel.

Menyambut baik hal tersebut Hartawan menyampaikan kendala yang dihadapi Bawaslu Kabupaten Gianyar saat ini salah satunya adalah persoalan Kantor Bawaslu Kabupaten Gianyar yang belum bersifat permanen. “Berkaitan dengan kendala yang dihadapai saat ini adalah terkait kantor kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Gianyar yang belum permanen, berkaitan dengan hal tersebut kami telah bersurat kepada pemerintah daerah, diharapkan dengan pertemuan ini persoalaan tersebut dapat difasilitasi,” ungkap pria asal Desa Guwang, Sukawati tersebut.

Disamping hal tersebut, Koordinator Divisi Pengawasa, Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Made Suniari Siartikawati menyampaikan harapan terkait keterlibatan Pemerintah daerah dalam Pengawasan Partisipatif “Kami berharap pemerintah daerah melalui kesbangpol dapat mengikutsertakan Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam kegiatannya untuk menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan sosialisasi Pengawasan Partisipatif,” imbuh Suniari.

Masih dalam kesempatan yang sama, I Wayan Gede Sutirta menyampaikan demi kondusifnya hajatan Pemilu di Kabupaten Gianyar maka kami berharap kepada Parpol untuk selalu mentaati aturan Pemilu yang ada khusunya pada saat pemasangan Alat Praga Kampanye (APK) sehingga kesan Kabupaten Gianyar yang merupakan tujuan wisata tidak terkesan kumuh atau tetap terjaga kelestarian lingkungannya.

Lebih lanjut Kandel berjanji akan memperjuangkan aspirasi dari Bawaslu Kabupaten Gianyar untuk persiapan menghadapi Pemilu dan Pemilihan 2024 Mendatang “Kami akan memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi dari Bawaslu Kabupaten Gianyar untuk persiapan menyongsong Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 , serta dari sisi pengawasan kami akan turut mendorong semua pihak untuk turut serta berperan aktif untuk ikut mengawasi,” tutup pria asal Kecamatan Payangan tersebut. Senada dengan Kandel, Desak Putu Tirta juga menyampaikan harapannya dari Monev yang dilakukan dapat bermanfaat untuk memfasilitasi dan menampung masukan dari Bawaslu Kabupaten Gianyar untuk Pemilih dan Pemilihan yang lebih baik kedepannya.