ZT Mira - шаблон joomla Окна
Friday, January 15, 2021

Ketua DPRD Kab. Gianyar menghadiri acara Penandatanganan Kesepakatan Damai Desa Adat Pakudui dengan Tempek Pakudui Kangin (22/11/2020) Featured

Rate this item
(0 votes)

Kasus sengketa lahan di Desa Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kab. Gianyar  akhirnya menemui titik terang. Pada Minggu (22/11/2020) telah dilakukan penandatanganan kesepakatan damai antara warga Pakudui Kangin maupun Kawan. Penandatanganan kesepakatan damai itu dilakukan di halaman Kantor Bupati Gianyar disaksikan  Bupati Gianyar, Kapolres Gianyar, Ketua DPRD Kab. Gianyar, Sekda Kab. Gianyar, PHDI, MDA, Camat Tegallalang, Perbekel Kedisan, dan Warga Pakudui. Bupati Gianyar menjelaskan, hari itu merupakan hari bersejarah baginya dan kedua belah pihak yang bersengketa sejak belasan tahun. Sebelum perjanjian ini ditandatangani juga dilakukan sembahyang bersama di Padmasana Kantor Bupati. Disebutkannya, sembahyang di Padmasana Kantor Bupati Gianyar untuk memohon anugerah terlebih dulu terkait kasus yang sudah ada cukup lama ini. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Gianyar menyampaikan dalam kasus ini akan diselesaikan dengan eksekusi damai. Sehingga tidak ada pihak yang menang maupun yang kalah dalam kasus Pakudui ini. Sementara untuk kasus lainnya yang serupa, masih dipetakan dan diusahakan secepatnya akan diselesaikan seperti Pakudui. Akibat kasus sengketa tersebut, Desa Pakudui sudah 10 tahun terlambat membangun desa. Maka dengan ditandatanganinya kesepakatan damai tersebut, Desa Pakudui perlahan akan ditata dan dibangun, karena tidak ada lagi permasalahan yang merusak pikiran dalam membangun desa. Ditambahkan, Desa Pakudui saat ini akan ada perubahan awig-awig (aturan), tapi secara teknis sudah diarahkan oleh Majelis Desa Adat bahwa akan menjadi satu kembali. Terdapat 8 poin isi dari kesepakatan damai ini. Pertama, Pakudui Kangin sepakat mencabut upaya hukum banding perlawanan pihak ketiga di Pengadilan Tinggi Denpasar terhadap putusan PN Gianyar. Kedua, Pakudui Kangin sepakat mencabut gugatan bantahan. Ketiga, Desa Adat Pakudui dan Tempek Pakudui Kangin sepakat melaksanakan eksekusi secara damai. Keempat, terkait objek sengketa para pihak tunduk dan patuh pada amar putusan PN Gianyar yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kelima, bahwa kedua belah pihak sepakat terkait hal yang belum diatur akan dimusyawarahkan dengan menjunjung tinggi prinsip paras paros sarpanaya. Kemudian pada poin keenam disebutkan, bahwa pihak Desa Adat Pakudui bersedia menerima kembali pihak Tempek Pakudui Kangin tanpa syarat, sehingga Desa Adat Pakudui dan Tempek Kangin menjadi satu kesatuan Desa Adat. Selanjutnya pada poin ketujuh, disebutkan kedua belah pihak sepakat melakukan revisi awig-awig secara bersama-sama sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat dengan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Majelis Desa Adat Kabupaten Gianyar. Selama proses penyatuan kembali Desa Adat Pakudui melalui revisi awig-awig, para pihak melaksanakan aktivitas adat dan keagamaan masing-masing. Terakhir, poin kedelapan, bahwa seluruh poin kesepakatan perdamaian ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya. Jika salah satu dari poin ini tidak dilaksanakan, maka kesepakatan perdamaian ini menjadi batal atau menjadi tidak mengikat. Dalam kesepakatan damai ini ditandatangani lima Perwakilan Desa Adat Pakudui, yakni I Ketut Karma Wijaya, I Wayan Puaka, I Wayan Pastika, I Made Tileh, I Nyoman Adi Santosa. Sedangkan dari Tempek Pakudui Kangin terdiri dari I Wayan Subawa, I Made Narka, I Made Karsa, I Wayan Seraya, dan I Wayan Dina Antara. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read 674 times
Login to post comments

User Login

Brown Blue Orange