ZT Mira - шаблон joomla Окна
Monday, May 20, 2019

Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati Gianyar Atas PU Fraksi-Fraksi DPRD Kab. Gianyar (Senin, 18 Pebruari 2019) Featured

Rate this item
(0 votes)

Setelah mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Gianyar terhadap Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), pada sidang sebelumnya pada tanggal 11 Pebruari 2019. Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par.MAP menyampaikan Jawaban Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Gianyar pada Rapat Paripurna III Masa Persidangan I yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Jata, SH pada hari Senin 18 Pebruari 2019. Sidang dihadiri Wakil Bupati Gianyar, Forkompinda Kab. Gianyar, serta Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Gianyar.

Pada Rapat Paripurna sebelumnya, dari Enam Raperda yang disampaikan Bupati Gianyar, Tiga Raperda mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Gianyar. Ketiga Ranperda tersebut telah dikaji dan dicermati DPRD Kabupaten Gianyar yang disampaikan melalui pandangan umum fraksi-fraksi pada sidang sebelumnya. Tiga Raperda tersebut, yakni Raperda RPJMD Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023. Raperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Raperda tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Anyar. Bupati Gianyar menjelaskan, ini menunjukan adanya kesepahaman dan komitmen yang sama, untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi pelayanan masyarkat dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Gianyar. Bupati Gianyar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas usul dan saran disampaikan oleh lima fraksi, yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, PDIP, Partai Golkar, serta Partai Hanura-Nasdem. Kesungguhan anggota DPRD Kabupaten Gianyar dalam mengkaji dan mencermati 3 Raperda tersebut, sebagai bukti pemenuhan amanat konstitusi dalam hal pembentukan pemerintah daerah. hal tersebut merupakan benang merah adanya kesamaan visi, misi dan kebijakan pembangunan yang sedang maupun akan dilaksanakan. Bupati Gianyar menjelaskan, itu semua merupakan tanggung jawab kita bersama, keberhasilannya tidak akan lepas dari partisipasi serta dukungan seluruh masyarakat gianyar. Terkait dengan kawasan kumuh, Bupati Gianyar menyampaikan telah dilakukan penanganan pada lokasi yang telah dilakukan dalam Keputusan Bupati Gianyar Nomor 936/04-A/HK/2014 tentang Penetapan Kawasan Kumuh d Kabupaten Gianyar yang mencakup areal seluas 30,84 Ha tersebar di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sukawati, Kecamatan Blahbatuh dan Kecamatan Ubud. Begitu juga, upaya penanggulangan terjadinya permukiman kumuh, tercemar aliran irigasi akibat pembuangan limbah usaha dan rumah tangga di kawasan LC, telah dilakukan melalui sosialisasi dan penertiban bangunan kumuh serta penduduk pendatang. Arah kebijakan dan penanganan permukiman kumuh tersebut telah dituangkan dalam dukumen Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP), sehingga penanganannya menjadi lebih fokus dan terarah. Dilakukan dengan berbasis pada rencana tata ruang, dengan pendekatan kawasan, serta dilakukan secara integrasi dan terpadu. Bupati Gianyar mengatakan sependapat, penanganan permukiman kumuh tidak saja terfokus pada pembangunan infrastruktur, namun kedepan perlu menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Penetapan Raperda Perumda Air Minum Tirta Anyar menjadi Perda akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Bupati dan Peraturan Direksi yang mengatur tentang standar kompetensi SDM, kebutuhan restruturisasi organisasi, antisipasi SDM yang terkait hubungan keluarga dan rencana pembentukan unit usaga baru. Bupati Gianyar menerangkan, pembentukan Unit Usaha Air Dalam Kemasan yang diprediksi memerlukan investasi senilai Rp. 20 miliyar masih dalam kajian termasuk perhitungan break even pointnya. Terkait  dengan nama “Perumda Tirta Anyar” yang mengandung filosofi “Air Minum Baru” sebagaimana diusulkan dalam Ranperda tentang Pendirian Perumda Air Minum. Namun, sebagai alternaif diusulkan perubahan nama Perumda Air Minum yang semula Tirta Anyar menjadi Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani yang mengandung fiolosofi “Air Suci yang Memberikan Kehidupan”. Sedangkan untuk logo akan diatur dengan Peraturan Bupati. Upaya untuk mendukung PAD melalui peningkatan pendapatan PDAM, juga akan dilakukan dengan penjajakan terhadap perusahaan yang belum menjadi pelanggan PDAM dan merealisasikan kerjasama pemasangan dan pembacaan meter air pada hotel, restoran dan usaha lainnya yang menggunakan air bawah tanah.

 

Read 516 times
Login to post comments

DPRD Twitter

Please specific twitter username in backend or you can not see anything!

Hubungi Kami

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

User Login

Brown Blue Orange