ZT Mira - шаблон joomla Окна
Sunday, January 20, 2019

Rapat Paripurna Penyampaian Pengantar 2 buah Raperda Inisiatif (10 Desember 2018) Featured

Rate this item
(0 votes)

Mulai tahun 2019, setiap perusahaan yang diketahui mapan, wajib melaksanakan program CSR. Terkait itu, DPRD Kabupaten Gianyar telah menyiapkan Raperda inisiatif tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Pengantar Raperda tersebut disampaikan Ketua Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Gede Sudarta, SH melalui Sidang DPRD Kabupaten Gianyar, pada hari Senin, 10 Desember 2018. Usai membacakan pengantar Raperda itu, I Wayan Gede Sudarta, SH menegaskan, Raperda ini didasari beberapa persoalan tentang CSR. Antara lain, tidak adanya persamaan pandangan oleh perusahaan dan pihak terkait tentang CSR/TJSP.

Akibatnya, CSR dianggap sebagai kegiatan sukarela, bukan wajib. Tidak adanya ukuran pasti dan tata aturan pelaksanaan TJSP yang dapat mengakomodir kearifan lokal. Akibatnya, sasaran CSR kurang terarah dan cenderung tak proporsional antara satu objek dengan yang lain. Dengan Perda ini, nanti setiap perusahaan wajib melaksanakan TJSP sesuai urgensi di lapangan. Akhir 2018. Ia menegaskan, wajib TJSP ini dilandasi UU No. 40 Tahun 2007 tentang PT (Perseroan Terbatas), PP No 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT. Pasal 15 huruf b UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, dan Permen Negara BUMN No PER/05/MBU/2007 tentang Program Kemitraaan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Senada I Wayan Gede Sudarta, SH, Ketua Pansus TJSP DPRD Kabupaten Gianyar I Nyoman Artawa Putra, SIP menegaskan, bentuk program TJSP yakni pemberdayaan masyarakat dan desa pakraman, kemitraan, bina lingkungan, sumbangan, donasi, dan promosi. Jelas dia, TJSP wajib sesuai kemampuan perusahaan. Perusahaan yang melanggar perda ini akan disanksi administrasi, berupa teguran lisan, tertulis, hingga penghentian sementara. Program TJSP akan diakomodir melalui forum TJSP. TJSP ini bukan merupakan program sulit diwujudkan, sepanjang setiap perusahaan yang merasa mampu, punya kepedulian sosial dan lingkungan. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gianyar I Wayan Gde Arsania menjelaskan, selama ini program CSR/TJSP oleh sejumlah anggota Kadin sudah berjalan baik. Sasaran dan bentuk CSR ini tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. CSR ini, antara lain berupa bedah rumah untuk KK miskin, bantuan untuk warga difabel, pemberdayaan, dan lain-lainnya. Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gianyar, program CSR kurang tepat jika diwajibkan. Karena tidak sedikit perusahaan dalam kondisi berbeda-beda, dan sedang berbenah manajemen. Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gianyar I Wayan Gde Arsania, selama ini wajib atau tidak, CSR sudah berjalan dengan baik, dan setuju dengan program CSR terpadu melalui forum agar lebih berhasil guna dan berdaya guna.

Read 48 times
Login to post comments

User Login

Brown Blue Orange