ZT Mira - шаблон joomla Окна
Tuesday, September 22, 2020

Rapat Paripurna Jawaban Bupati terhadap PU Fraksi tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 (14/7/2020) Featured

Rate this item
(0 votes)

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, SST.Par.MAP menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gianyar dalam Rapat Paripurna III, pada hari Selasa, 14 Juli 2020 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Jawaban tersebut untuk sejumlah pertanyaan yang disampaikan 4 fraksi DPRD Kabupaten Gianyar dalam Rapat Paripurna II sehari sebelumnya. Pada sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Anom Masta, SE tersebut, Bupati Gianyar menyampaikan jawaban terkait pertanyaan 4 Fraksi DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2019.

Bupati Gianyar mengawali menjawab pertanyaan dari Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan I Ketut Sudarsana, ST.MSi tentang realisasi pajak yang masih rendah. Ia menjelaskan tidak tercapainya pajak parkir disebabkan karena belum optimalnya pendaftaran Wajib Pajak (WP) parkir. Untuk BPHTB dan pajak reklame dipengaruhi oleh kondisi ekonomi secara umum (condition of economic). Sedangkan untuk Pajak Bumi dan Bangunan tidak tercapai disebabkan oleh adanya perubahan sistem pemungutan pajak semenjak penyerahan kewenangan PBB dari KPP Pratama ke daerah yaitu dengan sistem pembayaran pajak secara mandiri. Sementara itu terkait rapid test gratis kepada pekerja pariwisata, Bupati Gianyar mengatakan akan melakukan pengkajian lebih lanjut. Sedangkan bagi karyawan yang BPJSnya diputus, Pemerintah Kabupaten Gianyar sudah menyediakan Jaminan Kesehatan. Bupati Gianyar juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang disampaikan dari Fraksi PDIP terhadap kebijakan me-refocusing anggaran dan pemberian sembako, dimana atas kebijakan tersebut roda perekonomian di masa pandemi, khususnya di Kabupaten Gianyar masih dapat berjalan. Menjawab pertanyaan yang disampaikan fraksi Golkar yang dibacakan I Wayan Arjono terkait aksesibilitas dan amenitas pariwisata terutama di kawasan Wisata Ubud, Mahayastra menjelaskan bahwa jalan Tegallalang-Ubud merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. Kemudian terkait dengan pertokoan di Pasar Ubud yang terbakar lebih dari 5 tahun, pihaknya mengaku melakukan revitalisasi pasar secara bertahap. Untuk sarana parkir di kawasan Ubud sudah disediakan sentral parkir dan juga kantong-kantong parkir yang dikelola oleh desa adat setempat, sedangkan untuk penataan kabel PLN sudah dianggarkan pada Tahun Anggaran 2020, namun karena adanya re-focusing anggaran sehingga pelaksanaannya ditunda. Mengenai harapan Fraksi Golkar agar pembangunan sentra IKM Celuk dan Pasar Silakarang agar dilanjutkan, Bupati Gianyar menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2020 telah dianggarkan pembangunan sentra IKM Celuk sebesar 3,5 milyar rupiah yang bersumber dari DAK, atas kebijakan pemerintah pusat DAK Fisik Tahun 2020 ditunda sesuai SKB No. 119/2813/SJ dan No. 177/KMK.07/2020 tentang percepatan penyesuaian APBD Tahun 2020 dalam rangka penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Sedangkan Pasar Rakyat Silakarang sebesar 5,6 milyar rupiah yang bersumber dari APBD belum dapat dilanjutkan akibat bangunan yang dulu dibangun dengan dana TP belum diserahterimakan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar. Bupati Gianyar juga ucapkan terima kasih atas penyampaian saran Fraksi Demokrat terkait perbaikan Lapangan Ubud yang terletak di sentra Pariwisata Ubud. Ia mengatakan akan melakukan perbaikan lapangan secara bertahap di Kabupaten Gianyar. Pertanyaan terkait komposisi anggaran untuk penanganan kesehatan, dampak ekonomi, jaring pengaman sosial dan realisasi yang telah berjalan, Bupati Gianyar menjawab bahwa jaring pengaman sosial, kesehatan dan penanggulangan dampak ekonomi, dananya ditempatkan pada akun Belanja Tidak Terduga. Sampai saat ini persentase realisasinya mencapai 28%. Terakhir Bupati Gianyar menjawab pertanyaan dari fraksi Indonesia Raya tentang PPDB SMP Kabupaten Gianyar yang menjadi polemik. Bupati Gianyar juga menegaskan tahun ini telah dibangun SMPN 4 Sukawati di Ketewel dan telah mengubah status sekolah swasta SMP Silacandra menjadi SMPN 5 Sukawati. Untuk wilayah Kecamatan Gianyar sudah ada perencanaan sekolah baru. Menyikapi permasalahan PPDB tingkat SMA/SMK Pemerintah Kabupaten Gianyar telah mengusulkan kepada Gubernur Bali untuk dibangun Sekolah SMA Negeri di Kecamatan Gianyar dan Kecamatan Sukawati.

Read 411 times
Login to post comments

User Login

Brown Blue Orange